Kumbang Tanaman Cengkeh ( Nothopeus fasciatipennis Wat )

Serangan hama pada tanaman cengkeh dapat terjadi sejak tanaman di pembibitan hingga tanaman di lapangan. Serangan tersebut dapat mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan, penurunan produksi, dan kematian tanaman. Penggerek batang cengkeh Nothopeus spp dan Hexamitodera spp (Coleoptera : Cerambicidae) merupakan jenis hama yang paling merusak. Hama ini selain menyerang pada tanaman cengkeh, diketahui juga menyerang tanaman lain dari keluarga Myrtaceae, seperti jambu bol (Eugenia malaccensis Linn.), salam (Eugenia polyantha Wight) dan juwet (Eugenia cumini Merr.). Gejala kerusakan akibat serangan penggerek batang pada pohon cengkeh yaitu adanya lubang-lubang gerekan berukuran 3 – 5 mm pada permukaan batang dan terdapat cairan kental sisa-sisa gerekan, kotoran serangga apabila larva masih aktif menggerek. Selain itu juga ditemukan adanya lubang lubang berbentuk lonjong dengan diameter 10 – 30 mm tertutup oleh serbuk-serbuk sisa gerekan. upaya untuk menggairahkan kembali usaha tani cengkeh terus dilakukan setelah mengalami keterpurukan produksi sejak tahun 90-an yang berimbas terhadap ketidak pedulian petani dalam memelihara tanaman. Upaya ini perlu didukung terutama melalui penyediaan teknologi budidaya yang mampu mengurangi atau mungkin meniadakan masalah pembatas produksi. Salah satu masalah tersebut adalah serangan hama. Serangan hama pada tanaman cengkeh dapat terjadi sejak tanaman di pembibitan hingga tanaman di lapangan. Serangan tersebut dapat mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan, penurunan produksi, dan kematian tanaman. Di antara hama-hama yang menyerang tanaman cengkeh, jenis penggerek terutama penggerek batang merupakan jenis hama yang umum ditemukan dan paling merusak. Kerusakan tanaman cengkeh yang disebabkan oleh penggerek batang saja diperkirakan mencapai 5% dari produksi. Pada triwulan I tahun 2005 tanaman cengkeh yang terserang sebesar 4.029,52 hal dengan kerugian hasil sebesar Rp 6.634.492.400,- Kerugian tersebut akan meningkat apabila tidak dilakukan tindakan pengendalian. Hasil survei tahun 2006 pada sentra pertanaman cengkeh di Indonesia (Minahasa), menunjukkan bahwa sebaran, luas dan intensitas serangan penggerek batang cengkeh sudah sangat membahayakan karena ditemukan hampir di setiap pertanaman cengkeh. Hal ini terutama disebabkan karena hama penggerek telah lama dibiarkan tanpa ada usaha pengendalian yang berarti sehingga hama menjadi endemik dan populasinya meningkat. Serangan penggerek lebih banyak ditemukan pada pertanaman cengkeh di daerah dengan ketinggian 300 – 500 m dpl dibandingkan dengan tanaman cengkeh yang ada di dataran rendah. Serangan penggerek Hexamitodera spp. mencapai 43,3% dengan kematian pohon hingga 14,2%. Pada tahun 1974/1975 serangan penggerek ini mencapai 36,06% dengan kepadatan populasi rata-rata berkisar antara 4,99 – 11,7 ekor/pohon. Penggerek batang cengkeh adalah Nothopeus spp. dan Hexamitodera spp. (Coleoptera: Cerambicidae). Ada dua spesies Nothopeus yaitu N. hemipterus Oliv. (stemborers) dan N. fasciatipennis Watt. (ring borers). Bentuk, sifat, dan cara hidup kedua spesies ini hampir sama demikian juga daerah sebarannya yang meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku. Hama ini selain pada tanaman cengkeh diketahui juga menyerang tanaman lain dari keluarga Myrtacea, seperti jambu bol (Eugenia malaccensis Linn.), salam (Eugenia polyantha Wight) dan juwet (Eugenia cumini Merr.). Jenis dari Hexamitodera yang terkenal adalah H. semivelutina Hell. Serangga ini masih sekerabat dengan Nothopeus spp., sehingga ciri-ciri dan cara hidupnya tidak jauh berbeda. Hama ini pertama kali dilaporkan oleh Leefman pada tahun 1924 dan merupakan hama tanaman cengkeh di Minahasa. Hama ini juga ditemukan di Sumatera Barat meskipun intensitas serangannya tidak banyak. Larva penggerek merupakan stadium yang paling berbahaya. Larva berbentuk langsing, berwarna putih pucat. Pada toraknya terdapat 3 pasang tungkai yang tidak berkembang baik. Larva Nothopeus sp. hidup di dalam penggerek antara 130 – 350 hari, rata-rata 248 hari, sedangkan larva Hexamitodera sp. hidup lebih lama lagi. Sebelum menjadi pupa, larva mengalami stadium pre pupa lebih kurang 20 hari. Pupa warnanya putih, panjang 2,5 – 3 cm. Lama stadium pupa 22 – 26 hari. Setelah pupa menjadi kumbang, kumbang masih tinggal kurang lebih 3 minggu di dalam pohon. Saat kumbang keluar, dapat terjadi perkawinan dan satu hari kemudian sudah meletakan telur antara 14 – 90 butir. Kumbang betina hidup antara 10 – 18 hari, sedangkan jantan antara 5 – 22 hari. Gejala kerusakan akibat serangan penggerek batang pada pohon cengkeh adalah adanya lubang-lubang gerekan berukuran 3 – 5 mm pada permukaan batang. Pada permukaan lubang tersebut biasanya terdapat cairan kental sisa-sisa gerekan dan kotoran serangga yang mengalir kebawah. Pada lubang dengan gejala demikian biasanya larva masih aktif menggerek di sekitar lubang. Selain itu juga ditemukan adanya lubanglubang berbentuk lonjong dengan diameter 10 – 30 mm tertutup oleh serbuk-serbuk sisa gerekan. Lubang ini merupakan lubang keluarnya imago. Lubang gerekan pada batang ditemukan pada ketinggian 1 – 2 m dari permukaan tanah. Dalam 1 pohon terserang biasanya ditemukan 20 – 100 lubang. Jika batang terserang Nothopeus spp. dibelah melintang akan tampak lubang-lubang gerekan yang tidak teratur, sedangkan batang terserang Hexamitodera spp. seringkali lubang gerekannya bersifat melingkar/menggelangi batang sehingga hama ini dikenal juga sebagai penggerek batang melingkar. Akibat serangan hama ini dapat melemahkan tanaman karena terganggunya aliran zat-zat makanan sehingga tanaman menunjukkan gejala meranggas. Serangan yang berat dapat mengakibatkan kematian tanaman. Kerusakan berat akibat serangan Hexamitodera sp. adalah mahkota pohon tidak rimbun, daun-daun hampir 70% rontok dan sebagian cabang, daun dan ranting mati, daun berubah dari warna hijau kekuningkuningan. Kerusakan pernah mencapai 75% dari suatu areal perkebunan yang luas. Pohon yang digerek hidupnya merana dan lama kelamaan mati. Apabila ada angin kencang pohon dapat tumbang. Oleh karena itu, serangan penggerek batang perlu diwaspadai dan tindakan pengendalian yang tepat harus segera dilakukan.Kerusakan tanaman akibat serangan penggerek batang menjadi bertambah karena munculnya serangan jamur patogen. Hasil penelitian terakhir menunjukkan adanya asosiasi antara hama penggerek dengan jamur patogen Ceratocystis polychroma.
Pengendalian
Pengendalian penggerek memerlukan teknik tersendiri, karena larva berada dalam batang. Hal ini berbeda dengan hama yang langsung terlihat dimana pengendalian dapat
dilakukan secara kontak. Pengendalian perlu dilakukan untuk mencegah meluasnya serangan. Pengendalian penggerek batang dapat dilakukan dengan cara a) mekanis yaitu memusnahkan telur penggerek dengan mencari secara langsung atau dengan melakukan
pembersihan batang dari lumut dan kulit mati, b) menutup lubang gerekan dan lubang keluar imago dengan pasak yang dikombinasikan dengan memasukkan insektisida ke
dalam lubang tersebut. Apabila masih muncul lubang baru, lubang baru tersebut dipasak dengan perlakuan yang sama, c) pengendalian cengkeh dengan insektisida sintetik yaitu dioleskan pada batang, diinjeksikan ke batang, dan ditaburkan pada tanah dapat menekan serangan Nothopeus spp secara efektif. Dengan memasukkan insektisida ke dalam lubang dan menutup lubang dengan pasak bambu, mampu menekan lubang aktif sampai 100%. Cara pengendalian dengan menggunakan insektisida (sintetik atau nabati) atau dengan patogen serangga, kemudian menutup lubang tersebut dengan pasak bambu, dapat diterapkan dalam pengendalian hama penggerek batang Oleh karena itu, penelitian tentang ekobiologi penggerek batang cengkeh dan pengendaliannya terutama pada daerah endemik perlu dilakukan.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: